Setelah mengetahui kemampuan basis data yang sedemikian banyak, yang tidak terdapat dalam sistem berkas, pembahasan berikutnya adalah bagaimana perancangan basis data dilakukan. Pada suatu kasus tertentu, sebelum perancangan basis data dilakukan, terlebih dahulu diperlukan pemahaman terhadap struktur data itu sendiri serta keterkaitan antar data. Dalam hal ini, pemodelan data merupakan cara yang dapat digunakan untuk memahami data.
Pada artikel ini akan dibahas beberapa tipe dan jenis model data yang bisa dibuat untuk memudahkan pemahaman terhadap data.
Secara umum terdapat dua tipe model data, yaitu:
- High-level Conceptual Data Model
- Record-based Logical Data Model
High-level Conceptual Data Model
Karakteristik dari model data ini adalah teknik penyajiannya sangat mirip dengan pemahaman orang terhadap data tersebut. Contoh dari model data ini adalah model hubungan antar entitas (entity relationship model atau E-R model). E-R model menggunakan konsep entitas, atribut, dan juga hubungan antar entitas untuk menggambarkan tentang data dan hubungan antar data.
Di dalam E-R model, sebuah entitas dipandang sebagai sebuah obyek di dunia nyata, misalnya mahasiswa, dosen, mata kuliah dll. Selanjutnya, sebuah entitas dapat memiliki beberapa atribut atau karakteristik yang melekat pada entitas tersebut. Sebagai contoh adalah entitas mahasiswa yang memiliki atribut NIM, nama, dan program studi. Contoh lainnya entitas matakuliah yang memiliki atribut seperti kode matakuliah, dan nama matakuliah. Kemudian, di dalam dunia nyata sebuah obyek dapat berhubungan dengan obyek lain. Misalnya seorang mahasiswa dapat mengambil matakuliah atau matakuliah dapat diambil oleh mahasiswa. Untuk menyatakan hubungan ini, di dalam E-R model dapat dibuat sebuah hubungan atau relasi antar entitas mahasiswa dan matakuliah. Gambar 1 menunjukkan E-R model yang menggambarkan hal ini.
Record-based Logical Data Model
Berbeda dengan high-level conceptual data model, tipe model data ini menggunakan teknik yang mirip seperti bagaimana data itu akan disimpan ke dalam basis data. Dalam hal ini, model data lebih berfokus pada hubungan antar data dalam bentuk record.
Terdapat tiga jenis model data yang termasuk pada tipe model data ini, yaitu:
- relational data model
- network data model
- hierarchy data model
Relational Data Model
Model data ini menyajikan hubungan antar data dalam bentuk tabel. Perhatikan Gambar 2 yang merupakan contoh dari model data ini.
Pada Gambar 2 tampak bahwa hubungan antar data tersaji dalam bentuk tabel. Melalui tabel tersebut kita bisa melihat hubungan antara kode project ’25-2D’ dengan nama manajer projectnya, nomor telepon si manajer, alamatnya, dan nilai projectnya.
Network Data Model
Model data ini menggunakan diagram network dalam menjelaskan hubungan antar data. Namun, model ini memiliki kekurangan yaitu hanya bisa diterapkan pada kasus hubungan one-to-one atau one-to-many saja. Maksud dari hubungan one-to-one adalah sebuah data berhubungan dengan sebuah data lainnya. Adapun one-to-many adalah sebuah data berhubungan dengan beberapa data lainnya. Gambar 3 menunjukkan contoh dari model data ini.
Gambar 3 menunjukkan sebuah contoh hubungan antara data project dengan department yang mengerjakannya. Pada gambar tersebut kita dapat memahami bahwa ada dua data project, yaitu Project 1 dan Project 2. Project 1 akan dikerjakan secara kolaborasi oleh Dept A, B, dan C. Sedangkan Project 2 dikerjakan oleh Dept C.
Berdasarkan dari contoh tersebut dapat terlihat bahwa karakteristik dari model data ini adalah bahwa sebuah node bisa memiliki lebih dari satu parent node, misalnya Dept B yang memiliki parent node Project 1 dan Project 2.
Hierarchy Data Model
Jenis model data ini mirip seperti network model namun perbedaannya pada jumlah parent nodenya. Dalam hal ini jumlah parent node untuk hierarchy data model hanya satu saja, sehingga bentuk modelnya seperti tree. Gambar 4 menunjukkan sebuah contohnya.
Pada Gambar 4 dapat kita lihat beberapa hubungan antar data, yang kita pahami sebagai berikut. Terdapat dua barang elektronik, yaitu TV dan perangkat portable. Untuk TV terdapat tiga jenis yang ada, yaitu bentuk tabung (tube), LCD, dan plasma. Adapun untuk perangkat portable terdapat tiga jenis juga, yaitu MP3 player, CD player, dan radio. Khusus untuk MP3 player dilengkapi dengan flash disk.
Hierarchy data model juga hanya bisa digunakan untuk menggambarkan hubungan antar data dengan one-to-one dan one-to-many saja, seperti halnya network data model.
Referensi:
- Watt, A. and N. Eng. (2014). Database Design – 2nd Edition. Victoria, B.C.: BCcampus (under a Creative Commons Attribution by 4.0 International License). Retrieved from https://open.umn.edu/opentextbooks/textbooks/354
- Abdul Kadir. (2009). Dasar Perancangan dan Implementasi Database Relasional. Penerbit Andi







