• Home
  • /
  • Tag Archives:  tutorial basis data

Perancangan Basis Data (Kasus: Retail)

Dalam artikel basis data kali ini, saya akan mencoba membahas tentang bagaimana merancang sebuah basis data dengan model relasional pada sebuah kasus tertentu. Scope pembahasan dimulai dari problem statement, identifikasi data, identifikasi entitas, identifikasi atribut setiap entitas, menyusun kembali entitas secara lengkap, melakukan analisis hubungan antar entitas, membuat ERD (entity relationship diagram), dan terakhir mentransformasi ERD ke dalam struktur tabel.

Di sini hanya akan dibahas tentang perancangan basis data menggunakan model data relasional, disebabkan model data inilah yang paling banyak digunakan saat ini, dibandingkan model data lainnya seperti hirarki, maupun network.

Studi kasus yang akan dibahas pada artikel ini tentang perancangan basis data di sebuah transaksi pembelian retail.

Tipe dan Jenis Model Data

Setelah mengetahui kemampuan basis data yang sedemikian banyak, yang tidak terdapat dalam sistem berkas, pembahasan berikutnya adalah bagaimana perancangan basis data dilakukan. Pada suatu kasus tertentu, sebelum perancangan basis data dilakukan, terlebih dahulu diperlukan pemahaman terhadap struktur data itu sendiri serta keterkaitan antar data. Dalam hal ini, pemodelan data merupakan cara yang dapat digunakan untuk memahami data.

Pada artikel ini akan dibahas beberapa tipe dan jenis model data yang bisa dibuat untuk memudahkan pemahaman terhadap data.

Kemampuan Basis Data

Sebagaimana yang telah dibahas pada artikel sebelumnya tentang konsep dasar basis data, telah kita ketahui bahwa karakteristik basis data berbeda jauh dengan sistem berkas. Ditambah lagi dengan adanya DBMS (database management system) membuat kemampuan basis data menjadi lebih handal dalam pengelolaan data.

Pada artikel ini akan dibahas jenis operasi apa saja yang bisa kita lakukan terhadap data dalam basis data, dan apa saja kemampuan (fitur) dari sebuah basis data. Semua hal ini dimiliki oleh setiap DBMS.

Konsep Dasar Basis Data

Pada artikel sebelumnya, kita sudah membahas tentang perkembangan basis data yang diawali dengan adanya sistem berkas (file-based system). Seiring dengan perkembangan kebutuhan terhadap integritas data, maka penggunaan sistem berkas akan memiliki banyak kendala. Untuk itu dikembangkan pendekatan basis data guna menyimpan dan mengelola data.

Adapun pada artikel kali ini, akan dibahas tentang apa itu basis data, karakteristik basis data, dan apa itu Database Management System (DBMS).

Perkembangan Basis Data

Perkembangan teknologi yang menggunakan komputer untuk pengelolaan data saat ini sangatlah pesat di beberapa dekade terakhir ini. Dengan kehandalan teknologi tersebut, para pengguna mendapatkan banyak keuntungan darinya, baik itu dari sisi kecepatan (speed), ukuran (size), dan penghematan biaya (cost). Meskipun demikian, mekanisme pengelolaan data yang canggih pada saat ini, dulunya pernah melalui era di mana sistem berkas (file-based system) digunakan, sebelum menggunakan sistem basis data seperti pada saat sekarang. Sistem tersebut kurang elegan dan membutuhkan biaya yang banyak.

Artikel kali ini akan membahas tentang perkembangan sistem data, yang dimulai dengan membahas apa itu sistem berkas, dan apa saja kekurangannya. Selanjutnya akan dibahas pula bagaimana pendekatan menggunakan basis data, apa peran basis data dalam bisnis, serta pengertian apa itu data, dan apa bedanya dengan informasi.