Konsep Dasar Basis Data

 

Pada artikel sebelumnya, kita sudah membahas tentang perkembangan basis data yang diawali dengan adanya sistem berkas (file-based system). Seiring dengan perkembangan kebutuhan terhadap integritas data, maka penggunaan sistem berkas akan memiliki banyak kendala. Untuk itu dikembangkan pendekatan basis data guna menyimpan dan mengelola data.

Adapun pada artikel kali ini, akan dibahas tentang apa itu basis data, karakteristik basis data, dan apa itu Database Management System (DBMS).

Apa Itu Basis Data

Basis data adalah kumpulan data yang saling terkait, dan digunakan secara berbagi untuk mendukung kegiatan di sebuah organisasi. Konsep ini sangat jauh berbeda dengan sistem berkas yang dibahas sebelumnya. Sebuah basis data dapat dipandang sebagai sebuah tempat penyimpanan data, yang strukturnya telah dirancang dan didefinisikan sebelumnya, selanjutnya dapat diakses oleh banyak pengguna. Gambar 1 menunjukkan ilustrasi hal ini.

Ilustrasi basis data
Gambar 1. Ilustrasi sebuah basis data

Gambar 1 menunjukkan bahwa sebuah basis data digambarkan sebagai sebuah wadah dari data-data. Selanjutnya data tersebut bisa diakses langsung oleh banyak pengguna, dan juga beberapa aplikasi.

Karakteristik Basis Data

Sebuah basis data memiliki beberapa karakteristik, di antaranya adalah:

  • Basis data merepresentasikan aspek-aspek yang ada di dunia nyata, atau sebagai kumpulan dari data (fakta) yang merepresentasikan kehidupan nyata
  • Basis data bersifat logis, koheren (mudah dipahami), dan konsisten (tidak mudah berubah)
  • Basis data didesain, dibuat, diisi dengan data untuk tujuan tertentu
  • Di dalam basis data, data disimpan pada kolom-kolom
  • Gabungan dari beberapa kolom data akan membentuk sebuah tabel. Sebagai contoh, tabel karyawan yang memiliki beberapa kolom data terkait data seorang karyawan, yaitu: ID Karyawan, Nama, Alamat, dll

Sebuah basis data dapat berisi beberapa buah tabel. Sebagai contohnya adalah sebuah sistem untuk mengelola keanggotaan. Untuk mengelola data keanggotaan diperlukan sebuah basis data. Di dalam basis data tersebut bisa memiliki beberapa tabel, yaitu tabel untuk menyimpan data-data profil tiap anggota, dan juga tabel untuk menyimpan riwayat data keanggotaannya yang tiap periode tertentu diperbarui. Gambar 2 menunjukkan hal ini.

Contoh penggunaan basis data dalam sistem keanggotaan
Gambar 2. Contoh pemanfaatan basis data dalam sebuah sistem keanggotaan

Gambar 2 menunjukkan contoh sebuah data keanggotaan dari sebuah club. Pada gambar tersebut ditunjukkan data keanggotaan salah satu anggotanya yaitu ‘Mrs. Minnie Mouse’ yang memiliki ID anggota ‘100755’. Sebelumnya, masa keanggotaannya telah berakhir pada bulan ‘Februari 2014’, kemudian diperpanjangnya hingga ‘Maret 2015’. Adapun alamat ‘Mrs. Minnie Mouse’ ada di ‘8982 Rodent Lane, West Vancouver Canada’. Di dalam keanggotaan ‘Mrs. Minnie Mouse’ pada club tersebut terdapat 8 sub-anggota yang merupakan seluruh anggota keluarga yang tinggal bersamanya, yaitu ‘Mickey Mouse’, ‘Minnie Mouse’, sampai dengan ‘Moose Mouse’.

Dari gambaran contoh di atas, paling tidak terdapat dua buah tabel di dalam basis data sistem keanggotaan, yaitu tabel untuk menyimpan data profile terkait si anggota (pemilik ID anggota), dalam hal ini contohnya adalah ‘Mrs. Minnie Mouse’, serta tabel lain untuk menyimpan data sub-anggota yang tergabung dalam keanggotaan si pemilik ID tersebut, dalam hal ini contohnya adalah ‘Mickey Mouse’ dkk.

Database Management System (DBMS)

Database Management System (DBMS) adalah sebuah software yang memungkinkan seorang pengguna dapat membuat, mengelola, serta mengatur aksesibilitas basis data. Tujuan utama dari DBMS adalah menyediakan lingkungan yang nyaman dan efektif bagi para pengguna untuk mengakses dan menyimpan data. Gambar 3 menunjukkan peran DBMS di dalam sebuah sistem perbankan. Pada gambar tersebut ditunjukkan bahwa setiap divisi/bagian dari bank dapat mengakses data-data perbankan yang diperlukan di sebuah basis data melalui DBMS.

Pemanfaatan DBMS dalam sistem perbankan
Gambar 3. Pemanfaatan DBMS dalam sistem perbankan

Dalam implementasinya, tentu saja data yang bisa diakses oleh divisi personalia berbeda dengan divisi simpan pinjam, demikian pula data yang bisa diakses oleh divisi yang mengelola rekening nasabah. Di sinilah peran seorang administrator basis data (database administrator/DBA). Salah satu tugas seorang DBA adalah mengatur aksesibilitas setiap pengguna sesuai dengan hak aksesnya masing-masing terhadap data.

Referensi:

  • Watt, A. and N. Eng. (2014). Database Design – 2nd Edition. Victoria, B.C.: BCcampus (under a Creative Commons Attribution by 4.0 International License). Retrieved from https://open.umn.edu/opentextbooks/textbooks/354
  • Abdul Kadir. (2009). Dasar Perancangan dan Implementasi Database Relasional. Penerbit Andi

Assalaamu'alaikum.. aktivitas keseharian saya mengajar di Universitas Sebelas Maret, dengan matakuliah pemrograman dan basis data. Adapun bidang penelitian saya tentang computational thinking dan computer-aided learning.

Leave a Reply