About Me

Hai, saya Rosihan Ari Yuana. Saya sehari-hari adalah mengajar di Universitas Sebelas Maret.

Bidang riset saya tentang adaptive learning, computer aided learning, dan datascience

Selain itu, saya juga seorang penulis buku dan blogger.

More about me...

  • Home
  • /
  • PHP
  • /
  • PHP Dasar – Modularitas
PHP

PHP Dasar – Modularitas

Suatu pemrograman yang baik seharusnya program yang besar dipecah menjadi program-program yang kecil yang selanjutnya disebut modul. Modul-modul kecil tersebut dapat dipanggil sewaktu-waktu diperlukan. Dalam PHP juga mendukung konsep tersebut yang selanjutnya diberinama modularitas. Kita dapat menyisipkan isi suatu file/modul lain ke dalam file/modul tertentu.

Terdapat 2 perintah/function untuk hal tersebut dalam PHP yaitu menggunakan include() dan require().

Include()

Untuk memudahkan pemahaman, diberikan contoh berikut. Misalkan kita akan membuat menu link sejumlah 4 buah yaitu index, about, links, dan contact pada setiap halaman web yang kita buat. Teknik yang digunakan adalah membuat menu link dalam suatu modul tersendiri kemudian modul tersebut dipanggil pada setiap halaman web yang diinginkan terdapat menu link di dalamnya.

menu.php

<html>
<body>
<a href="index.php">Home</a> -
<a href="about.php">About Us</a> -
<a href="links.php">Links</a> -
<a href="contact.php">Contact Us</a> <br>

index.php

<?php
include("menu.php");
?>

<p>Ini adalah halaman index</p>
</body>
</html>

about.php

<?php
include("menu.php");
?>

<p>Ini adalah halaman about</p>
</body>
</html>

Dari teknik di atas tampak adanya kemudahan dalam membuat halaman web. Dalam hal ini, kita tidak perlu membuat menu link di setiap halaman web yang ada. Bayangkan seandainya kita punya halaman web sejumlah 100 buah yang kesemuanya ingin diberi menu link tanpa menggunakan teknik di atas, tentu hal tersebut sangat merepotkan.

Meskipun secara teknis, kode pembangun web dipecah dalam modul-modul, namun ketika di browser akan terlihat menyatu. Berikut ini adalah kode HTML yang dihasilkan oleh browser ketika membuka halaman web index.php

<html>
<body>
<a href="index.php">Home</a> -
<a href="about.php">About Us</a> -
<a href="links.php">Links</a> -
<a href="contact.php">Contact Us</a> <br>
<p>Ini adalah halaman index</p>
</body>
</html>

Require()

Cara penggunaan fungsi require() sama dengan include(). Jadi apa perbedaannya? Sebaiknya mana yang kita gunakan? Perhatikan contoh berikut ini

<?php
include("noFileExistsHere.php");
echo "Hello World!";
?>

dengan asumsi bahwa file noFileExistxHere.php tidak ada. Maka dengan menggunakan include() akan dihasilkan tampilan:

Warning: main(noFileExistsHere.php): failed to open stream: 
         No such file or directory in include.php on line 2
Warning: main(): Failed opening 'noFileExistsHere.php' 
         for inclusion (include_path='.:/usr/lib/php:/usr/local/lib/php') 
         in include.php on line 2Hello World

Selanjutnya kita akan gunakan require().

<?php
require("noFileExistsHere.php");
echo "Hello World!";
?>

dan hasilnya

Warning: main(noFileExistsHere.php): failed to open stream: 
         No such file or directory in require.php on line 2
Fatal error: main(): Failed opening required 'noFileExistsHere.php' 
(include_path='.:/usr/lib/php:/usr/local/lib/php') 
in require.php on line 2

Bandingkan kedua hasil di atas. Pada include(), error yang dihasilkan hanya berupa Warning saja dan statement berikutnya masih dapat dijalankan. Hal ini terlihat bahwa teks Hello World! Masih ditampilkan di browser. Sedangkan pada require(), error yang dihasilkan berupa Fatal Error. Dengan demikian statement selanjutnya tidak akan dijalankan.

Sehingga disarankan agar Anda menggunakan require() dengan harapan bahwa kode PHP yang Anda buat tidak akan diproses apabila terdapat file yang hilang atau tidak ada.

 

Saya seorang dosen dan peneliti di Universitas Sebelas Maret. Bidang penelitian saya tentang: adaptive learning, datascience, dan computer aided learning. Selain itu saya juga seorang blogger, serta penulis buku tentang pemrograman, dan matematika.

Leave a Reply