About Me

Hai, saya Rosihan Ari Yuana. Saya sehari-hari adalah mengajar di Universitas Sebelas Maret.

Bidang riset saya tentang adaptive learning, computer aided learning, dan datascience

Selain itu, saya juga seorang penulis buku dan blogger.

More about me...

  • Home
  • /
  • Wordpress
  • /
  • WP-Syntax, Plugin WordPress nya Para Programmer

WP-Syntax, Plugin WordPress nya Para Programmer

Jika Anda berkunjung di Blog.RosihanAri.Net, maka Anda akan melihat tampilan source code dari bahasa pemrograman seperti layaknya code editor, misalnya ada nomor baris (line number), warna yang berbeda untuk value berupa number, string dll. Sebagai contoh, silakan lihat postingan ini. Begitu pula untuk identifier, dia akan diberi warna yang beda pula. Nah… bagi para blogger pengguna WordPress yang hobi dengan programmer, tentu akan menyukai hal ini.

Nah… pada artikel ini akan dibahas mengenai bagaimana cara menampilkan source code di WordPress seperti layaknya code editor.

Untuk menampilkan source code di WordPress seperti layaknya code editor ini, kita gunakan plugin yang bernama WP-Syntax. Plugin bisa Anda dapatkan di http://wordpress.org/extend/plugins/wp-syntax.

Bagaimana cara instalasinya? Sangat mudah sekali kawan. Ini dia caranya:

  1. Silakan download plugin tersebut terlebih dahulu di situs yang telah saya berikan di atas
  2. Selanjutnya upload plugin yang telah diunzip (termasuk foldernya) ke direktori wp-content/plugins/
  3. Aktifkan plugin WP-Syntax melalui panel PLUGINS

Sangat mudah bukan…

Selanjutnya bagaimana cara menggunakan plugin ini? Lagi-lagi caranya sangat mudah. Caranya adalah hanya menambahkan tag berikut ini pada postingan Anda (dalam mode HTML, dan bukan dalam mode Visual)

<pre lang="..." line="...">
      .
      .
      source code Anda
      .
      .
      .
</pre>

Apa maksudnya atribut lang=”…” ? atribut ini menjelaskan jenis bahasa pemrograman apa yang akan kita tulis pada source code. Untuk WP-Syntax, mendukung banyak sekali bahasa pemrograman. Ini dia daftarnya:

abap, actionscript, actionscript3, ada, apache, applescript, aptsources, asm, asp, autoit, bash, blitzbasic, bnf, boo, c, cmac, caddcl, cadlisp, cil, cfdg, cfm, cobol, cpp-qt, cpp, csharp, css, d, delphi, diff, div, dos, dot, eiffel, fortran, freebasic, genero, gettext, glsl, gml, bnuplot, groovy, haskell, html4strict, idl, ini, inno, io, java, java5, javascript, kixtart, klonec, klonecpp, latex, lisp, lotusformulas, lotusscript, lua, m68k, matlab, mirc, mpasm, mxml, mysql, nsis, objc, ocaml-brief, ocaml, oobas, oracle8, pascal, per, pic16, perl, php-brief, php, plsql, povray, powershell, progress, python, qbasic, rails, reg, robots, ruby, sas, scala, scheme, sdlbasic, smalltalk, smarty, sql, tcl, text, thinbasic, tsql, typoscript, vb, vbnet, verilog, vhdl, visualfoxpro, winbatch, xml, xorg_conf, xpp, z80.

Banyak sekali bukan?

Selanjutnya atibut line=”…” digunakan untuk menampilkan nomor baris kode. Value yang diisi merupakan nomor baris pertama yang akan muncul. Misalkan ditulis line=”1″, maka nomor baris yang akan muncul mulai dari 1, 2, 3, …. Sedangkan bila ditulis line=”10″, maka nomor baris yang muncul adalah 10, 11, 12, … dst.

OK… met mencoba.

 

0
Bagikan artikel ini jika bermanfaat !

Saya seorang dosen dan peneliti di Universitas Sebelas Maret. Bidang penelitian saya tentang: adaptive learning, datascience, dan computer aided learning. Selain itu saya juga seorang blogger, serta penulis buku tentang pemrograman, dan matematika.

Leave a Reply