About Me

Hai, saya Rosihan Ari Yuana. Saya sehari-hari adalah mengajar di Universitas Sebelas Maret.

Bidang riset saya tentang adaptive learning, computer aided learning, dan datascience

Selain itu, saya juga seorang penulis buku dan blogger.

More about me...

Kapan Digunakan Looping FOR dan WHILE?

“Pak… kapan kita harus menggunakan looping menggunakan FOR dan WHILE? ” Itulah pertanyaan yang sering dilontarkan mahasiswa yang baru mengambil matakuliah pemrograman dasar. Sebuah pertanyaan yang logis apabila dilontarkan mereka yang baru mengenal pemrograman dasar.

Dalam artikel ini akan saya coba kupas secara tuntas mengenai kapan kita menggunakan looping FOR dan WHILE, serta apa sih perbedaannya.

Looping adalah sesuatu proses yang dikerjakan secara berulang-ulang. Dalam pemrograman, looping ini harus berhenti pada suatu keadaan tertentu. Apa akibatnya jika tidak berhenti? Ya… bisa-bisa komputernya hang karena mengerjakan sesuatu yang tidak pernah berhenti, bila memorinya penuh dengan task yang diproses.

Secara umum, ada 2 hal yang dapat digunakan untuk menghentikan looping (stopping condition), yaitu:

  • Berdasarkan jumlah looping, artinya looping akan berhenti setelah mencapai jumlah perulangan tertentu
  • Berdasarkan syarat tertentu, artinya looping akan berhenti bila telah terpenuhinya suatu syarat/kondisi.

Agak bingung ya… OK, saya buat simpel saja dalam memahaminya dengan memberikan contoh dalam keseharian kita. Perhatikan dua kalimat ini:

  1. Saya akan terus makan bakso sampai habis 10 mangkuk
  2. Saya akan terus makan bakso sampai saya merasa kenyang

Nah… apabila kita lihat kalimat pertama, jelas bahwa proses ‘makan bakso’ ini belum akan selesai bila belum habis 10 mangkuk, artinya proses makan bakso ini akan terus diulang sampai dengan 10 kali. Setelah itu selesai.

Sekarang kita lihat kalimat kedua. Untuk kalimat ini, kita tidak mengetahui berapa kali makan baksonya, atau habis berapa mangkuk. Yang jelas disini hanya diketahui kapan perulangan makan baksonya selesai, yaitu ketika sudah kenyang.

Saya harap dari 2 contoh di atas bisa dilihat perbedaannya.

Dalam bahasa pemrograman, terdapat statement looping untuk mengakomodasi dua keadaan di atas, yaitu bentuk FOR dan WHILE.

Bila dijumpai looping yang diketahui jumlah perulangannya, maka kita bisa menggunakan FOR atau WHILE.

Sedangkan bila dijumpai looping yang tidak diketahui jumlah perulangannya, atau hanya diketahui syarat berhentinya perulangan, maka kita hanya bisa menggunakan WHILE saja.

Sebagai contoh, saya berikan contoh perulangan yang diketahui jumlah perulangannya sehingga dapat dituliskan dengan FOR atau WHILE (dalam Pascal).


for mangkuk := 1 to 10 do
begin
writeln(‘Saya makan bakso mangkuk ke-‘, mangkuk);
end;

bila dinyatakan dalam WHILE menjadi


mangkuk := 1;
while (mangkuk <= 10) do begin writeln(‘Saya makan bakso mangkuk ke-‘, mangkuk); mangkuk := mangkuk + 1; end;

Selanjutnya bagaimana contoh perulangan yang tidak diketahui jumlah perulangannya, yang hanya bisa menggunakan WHILE? OK akan saya berikan contohnya. Dalam contoh ini, program akan terus meminta input user selama input yang dimasukkan bukan 0.


input = 1;   // kita buat nilai awal sebarang, asal bukan 0.
while (input <> 0) do
begin
write(‘Masukkan sebarang input : ‘);
readln(input);
end;

Mudah-mudahan penjelasan di atas bisa menjawab kebingungan mahasiswa terkait penggunaan FOR dan WHILE.

Saya seorang dosen dan peneliti di Universitas Sebelas Maret. Bidang penelitian saya tentang: adaptive learning, datascience, dan computer aided learning. Selain itu saya juga seorang blogger, serta penulis buku tentang pemrograman, dan matematika.

Leave a Reply