Beli Modem Wavecom Untuk SMS Gateway. FREE E-book Gammu + FREE Ongkos kirim !!
Ingin Punya Script SMS Gateway dengan PHP + MySQL?

Dapatkan segera phpSMS V3.0, software SMS Gateway multi fungsi berbasis web buatan saya sendiri untuk keperluan Anda.
[Info Lengkap...]

Menguak Rahasia Penggunaan Cookies di Bisnis Afiliasi (2)


September 18th, 2008 | by rosihanari | Cetak Artikel Ini Cetak Artikel Ini

Pada artikel sebelumnya, kita telah tahu apa fungsi link unik dan cookies dalam bisnis afiliasi. Selanjutnya dalam artikel ini akan dibahas bagaimana cara membuat script PHP untuk menyimpan cookies dan membaca cookies supaya mendeteksi id member yang telah memberikan referensi kepada orang lain untuk membeli produk bisnis afiliasi. Orang yang mereferensikan ini biasa disebut Referal.


Untuk mengingat kembali fungsi link unik referal, saya ambil contoh misalkan ada seorang member bisnis afiliasi bernama Rosihan Ari. Dia diberikan link unik http://namasitus/?ref=123 (no. id Rosihan Ari adalah 123). Trus… Rosihan Ari ini menaruh link tersebut di situs pribadinya, dan kebetulan ada orang misalkan bernama X yang mengklik link tersebut.

Begitu link tersebut diklik, secara otomatis cookies berisi id Rosihan Ari akan tersimpan di dalam komputernya si X tadi.

Bagaimana script PHP nya? Ini dia rahasianya.

$lamaCookies = 2; // lama cookies 2 tahun
if (isset($_GET['ref']))
{
$_SESSION['ref'] = $_GET['ref'];
setcookie("ref", $_SESSION['ref'], time()+3600*24*365*$lamaCookies);
}
[/sourcecode]

Baris pertama dari script di atas, merupakan setting untuk mengatur lama usia cookies (dalam contoh ini adalah 2 tahun). Baris kedua digunakan untuk mengecek, apakah orang lain ketika masuk ke situs bisnis afiliasi melalui link unik membernya? di sini akan dicek apakah terdapat embel-embel ?ref=... atau tidak. Artinya kalau ada seseorang masuk ke situs bisnis afiliasi tanpa melalui link unik salah satu membernya (http://namasitus), maka nilai isset($_GET['ref']) bernilai false, sehingga perintah di dalam IF tidak dijalankan.

Bagaimana bila ada orang masuk ke situs melalui link unik member (http://namasitus/?ref=...)? Bila demikian, maka nilai isset($_GET['ref']) bernilai TRUE. Sehingga masuk ke bagian dalam IF.

Nah... ada apa dalam IF? Di dalam IF, terdapat perintah untuk menyimpan cookies. Baris ke-4, digunakan untuk menyimpan id referal ke dalam session. Apa gunanya? session ini berguna untuk mencatat id referal selama kunjungan seseorang di situs. Jika orang tersebut melakukan transaksi atau pembelian produk, maka id referal yang tercatat ini nanti akan mendapatkan bonus. Selain itu session berisi id referal ini juga akan disimpan ke dalam cookies, yang dalam hal ini dilakukan pada baris ke-5 dari script di atas.

Coba perhatikan perintah setcookie() tersebut. Terdapat 3 parameter pada setcookie(). Parameter pertama digunakan untuk memberi nama cookie. Parameter kedua digunakan untuk menyatakan nilai yang disimpan dalam cookie, dalam hal ini adalah id referal. Sedangkan parameter ketiga untuk setting lama usia cookie, dalam satuan detik. Function time() digunakan untuk mencatat timestamp waktu sekarang. Bila usia cookie yang tersimpan dalam komputer sudah habis, maka secara otomatis cookie ini akan terhapus.

Selanjutnya akan kita bahas bagaimana script untuk membaca id referal yang berasal dari cookie yang tersimpan. Ini dia rahasianya.

$ref = $_SESSION['ref'];

if (empty($ref))
{
$ref = $_COOKIE['ref'];
if (empty($ref))
{
$ref = 0;
}
}
[/sourcecode]

Baris pertama pada script di atas digunakan untuk membaca session berisi id referal. Perintah ini berguna bila ada seseorang yang langsung memutuskan untuk membeli produk di bawah id referal seseorang pada saat itu juga, dalam hal ini, nilai $_SESSION['ref'] akan berisi id referal.  Namun... bila orang tersebut memutuskan untuk menunda pembelian, dalam hal ini nilai $_SESSION['ref'] nya kosong, maka script akan memeriksa cookie. Bila cookienya ada, maka script akan membaca id referal dalam cookie (menggunakan perintah $_COOKIE['ref']). Tetapi... jika cookienya kosong, maka dianggap tidak ada referal sama sekali.

Mungkin Anda bertanya, dimanakah kedua script di atas diletakkan. Script-script tersebut diletakkan di halaman index atau di bagian header pada situs bisnis.

OK... demikian penjelasan tentang bagaimana membuat script untuk meletakkan cookie dan membacanya yang terkait dengan bisnis afiliasi. Mudah-mudahan berguna bagi para pengembang situs bisnis afiliasi. Maju terus bisnis afiliasi di Indonesia.

VN:F [1.9.3_1094]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)

Anda ingin mendownload beberapa tool programming 100% gratis?
Silakan download di FREE PROGRAMMING TOOLS.
atau ingin berdonasi untuk pengembangan blog ini cukup dengan $1 via Paypal?



Beberapa artikel terkait


Share this article on:

Kata kunci: PHP -


Ada 19 komentar dalam artikel ini.

  1. ekhan says:

    wah.. sangat menarik sekali pak.. kalo mo bikin web afiliasi ada referensi menggunkan cms apa pak yah.. mohon bantuannya.. kepengen banget belajar dari yang sudah jadi dulu alias tinggal instal … trus selanjutnya belajar pengembangannya disini…

    sebelumnya makasih pak..

  2. siswoutomo says:

    Tutorial cookiesnya sangat membantu sekali untuk bikin web afiliasi yang sedang saya bangun ini. Mudah-mudah juga bermanfaat buat kita semua yang lagi belajar pemrograman php

  3. Bang Rahman says:

    Tutorialnya mantap Mas.

    Tapi ada yang mau saya tanya nih..

    Saya perhatikan ada bisnis affiliasi yang menerapkan begini: saya akses situsnya pake id referal tertentu. Beberapa waktu kemudian saya buka lagi, yang muncul tetap id referal tersebut.

    Tapi kalau saya matikan web browser terlebih dulu, lalu saya buka lagi, maka yang muncul adalah id referral lain/baru. Dan ada dua macam: di satu program affiliasi, id referral lain/baru yang muncul itu-itu saja; tapi di program affiliasi yang lain, id referral lain/baru yang muncul berganti-ganti.

    Kalau kasusnya seperti itu, apa pake cookies juga, tapi rasanya beda dari yang anda uraikan di atas.

    Mohon penjelasan dan terima kasih

    Salam hormat,
    Abd Rahman

  4. rosihanari says:

    @bang rahman: untuk kasus pertama yang anda sebutkan di atas, itu menggunakan cookie. Jadi id referalnya pernah tersimpan dalam cookie. Sehingga bila akses situs itu kembali, maka dia membaca id referal yang tersimpan di cookie tsb. Namun bila cookie tersebut sudah hilang atau terhapus, maka bisa jadi sistem afiliasinya merandom id referalnya yang mengakibatkan kasus kedua yang anda sebut di atas. Terkadang ada pula sistem yang bila cookienya tidak ada atau terhapus, si pemilik menset id referal tertentu sbg default.

  5. Bang Rahman says:

    Terima kasih Mas.

    Jadi kepingin nanya lagi nih. Boleh ya :-)

    Mungkin gak sih program affiliasi/reseller tidak menggunakan cookies, tapi menetapkan id referal tertentu sebagai default, seperti yang Mas jelaskan di atas, atau menset beberapa referal tertentu untuk diacak tiap kali ada pengunjung yang mengakses tanpa melalui link unik?

    Soalnya begini Mas. Dalam kasus pertama di atas, sepertinya udah saya coba menghapus cookies dari web browser saya (mozilla firefox). Tapi yang muncul tetap id referal tertentu aja.

    Tolong dijawab ya Mas

    Terima kasih,

    Abd Rahman

  6. rosihanari says:

    @bang rahman: bisa sih jika tidak pake cookies, namun biasanya hal ini jarang karena justru program afiliasi yang dicari adalah yang ada cookienya. Semakin lama life time cookie, maka semakin bagus. Bisa saja program afiliasi menset id referal tertentu atau merandomnya, sesuai kebijakan masing2 program, ini semua bisa diatur di scriptnya. Dengan script/program, apapun jadi bisa mas :-)

  7. Sangat menarik sekali Pak tutorialnya.
    Saya pemula, dan ga tahu harus mulai dari mana untuk bikin web afiliasi.
    Ada solusi Pak?
    Trims dan salam kenal.

  8. rosihanari says:

    @ronny bhayuda: ya mulainya harus dari belajar membuat web dan programmingnya mas :-)

  9. Bang Rahman says:

    Mas Rosihanari, saya baru baca lagi artikel anda dan ada bagian yang kurang jelas.

    Pertama soal session. Ada yg bilang session berlaku selama pengunjung belum menutup website affiliasi, yang lain bilang selama pengunjung belum menutup web browser.

    Yang mana ya yang betul?

    Terus, soal kalau id reseller belum ada di session dan cookie seperti yang anda contohkan dalam artikel di atas,lantas siapa yang menerima komisi penjualan? Bagaimana admin menentukan siapa yang jadi reseller/affiliate?

    Mohon penjelasan.

    Terima kasih

  10. rosihanari says:

    @bang rahman: session itu bisa hilang dalam 2 cara yaitu jika memang dihapus (didestroy). Biasanya proses logout dalam suatu sistem itu maksudnya adalah mendestroy session. Sedangkan cara yang kedua adalah dengan menutup web browser. Jadi dengan menutup web afiliasi namun belum menutup web browser kemungkinan session nya masih ada. Sedangkan pertanyaan kedua, ini tergantung masing-masing adminnya. Bisa jadi dia menset default id nya di arahkan ke id miliknya sendiri atau milik teman atau klonengannya :-) jika ada visitor yang membeli produk afiliasi tanpa melalui cookie atau session apapun.

  11. Bang Rahman says:

    Makasih Mas atas penjelasannya

  12. abu maulaya says:

    Mau tanya mas !
    saya masih awam tentang seluk beluk program afiliasi & saat ini saya mengikuti program afiliasi/reseller.
    yang menjadi ganjalan saya adalah ketika ada temen yg daftar menjadi referal melalui link saya ternyata sponsornya yg tertera bukan username saya, begitu juga ketika beberapa kali saya mencoba mendaftarkan beberapa teman melalui link saya rupanya tidak masuk di bawah saya malah masuk dibawah orang lain yg tidak saya kenal, ketika saya konfirmasikan ke pemilik affiliasi/reseller jawabannya karena sangking banyaknya pengunjung, apa memang demikian ?
    terima kasih banyak atas jawabannya

  13. rosihanari says:

    @abu maulaya: hati2 saja mas dengan program afiliasi terutama di Indonesia, karena ada beberapa pemilik yang sengaja mengutak-atik script afiliasinya supaya menguntungkan dirinya sendiri.

  14. Terima kasih infonya. Salam Kenal. Iklan Jawa Pos. Sy tgg Komentar nya di Blog

  15. rosihanari says:

    @iklan jawa pos: salam kenal juga. Kapan2 tak mampir deh… :-)

  16. paramadewa says:

    Terima kasih atas artikel nya.
    Ijinkan saya bertanya, bagaimana membangkitkan kode id referral dalam sebuah program affiliasi. dan konsepnya dalam menduplikasi sebuah web site. Hal ini banyak saya temui dalam web yang menjual pulsa. Mohon bantuan penjelasannya.
    Terima kasih

  17. Romi Mardela says:

    Makasih atas infonya mas..
    Kalau saya lebih tertarik dengan kode referal yg tidak berada di belakang nama domain (situs) seperti contoh di atas http://namasitus/?ref=123
    Melainkan di awal nama situs (domain) seperti subdomain…
    Mas pernah lihat kan…
    Nah, kalau yang seperti ini dah ada ide belum mas bagaimana cara kerjanya?
    hehehe
    makasih atas bantuannya…
    salam dari Padang

  18. Romi Mardela says:

    oy, satu lagi nih mas…
    saya baca tutorial mas tentang php yang ke edisi ke 17 nya (php tutorial 17) tentang bikin cms sendiri…
    tapi, sayangnya link untuk template yg mas berikan di forward ke homepage blog mas ini…
    jadi saya kesulitan menemukan link tempalate tersebut,..
    nih link yg mas berikan http: //rosihanari.net/php.php.

    mohon bantuannya ya mas…
    maaf kalau salah tempat komentarnya…
    hehe
    salam

  19. rosihanari says:

    @romi: pada prinsipnya sama mas, cuman kalo yang bentuknya spt subdomain mungkin menggunakan URL redirecting.



Tolong beri komentar donk!

Komentar Anda akan berguna untuk kemajuan blog ini.


Mohon maaf, komentar yang menggunakan email palsu atau komentar bernada negatif atau cemooh secara otomatis akan terhapus karena dianggap spam dan tidak akan tampil dalam daftar komentar.

Dimohon jangan pula memasukkan code program dalam bentuk apapun ke dalam komentar karena akan dianggap spam.

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture. Click on the picture to hear an audio file of the word.
Click to hear an audio file of the anti-spam word