About Me

Hai, saya Rosihan Ari Yuana. Saya sehari-hari adalah mengajar di Universitas Sebelas Maret.

Bidang riset saya tentang adaptive learning, computer aided learning, dan datascience

Selain itu, saya juga seorang penulis buku dan blogger.

More about me...

  • Home
  • /
  • PHP
  • /
  • Menguak Rahasia Penggunaan Cookies di Bisnis Afiliasi (2)
PHP

Menguak Rahasia Penggunaan Cookies di Bisnis Afiliasi (2)

Pada artikel sebelumnya, kita telah tahu apa fungsi link unik dan cookies dalam bisnis afiliasi. Selanjutnya dalam artikel ini akan dibahas bagaimana cara membuat script PHP untuk menyimpan cookies dan membaca cookies supaya mendeteksi id member yang telah memberikan referensi kepada orang lain untuk membeli produk bisnis afiliasi. Orang yang mereferensikan ini biasa disebut Referal.

Untuk mengingat kembali fungsi link unik referal, saya ambil contoh misalkan ada seorang member bisnis afiliasi bernama Rosihan Ari. Dia diberikan link unik http://namasitus/?ref=123 (no. id Rosihan Ari adalah 123). Trus… Rosihan Ari ini menaruh link tersebut di situs pribadinya, dan kebetulan ada orang misalkan bernama X yang mengklik link tersebut.

Begitu link tersebut diklik, secara otomatis cookies berisi id Rosihan Ari akan tersimpan di dalam komputernya si X tadi.

Bagaimana script PHP nya? Ini dia rahasianya.

<?php
$lamaCookies = 2; // lama cookies 2 tahun
if (isset($_GET['ref'])) 
{
	$_SESSION['ref'] = $_GET['ref']; 
	setcookie("ref", $_SESSION['ref'], time()+3600*24*365*$lamaCookies);
}
?>

Baris pertama dari script di atas, merupakan setting untuk mengatur lama usia cookies (dalam contoh ini adalah 2 tahun). Baris kedua digunakan untuk mengecek, apakah orang lain ketika masuk ke situs bisnis afiliasi melalui link unik membernya? di sini akan dicek apakah terdapat embel-embel ?ref=… atau tidak. Artinya kalau ada seseorang masuk ke situs bisnis afiliasi tanpa melalui link unik salah satu membernya (http://namasitus), maka nilai isset($_GET[‘ref’]) bernilai false, sehingga perintah di dalam IF tidak dijalankan.

Bagaimana bila ada orang masuk ke situs melalui link unik member (http://namasitus/?ref=…)? Bila demikian, maka nilai isset($_GET[‘ref’]) bernilai TRUE. Sehingga masuk ke bagian dalam IF.

Nah… ada apa dalam IF? Di dalam IF, terdapat perintah untuk menyimpan cookies. Baris ke-4, digunakan untuk menyimpan id referal ke dalam session. Apa gunanya? session ini berguna untuk mencatat id referal selama kunjungan seseorang di situs. Jika orang tersebut melakukan transaksi atau pembelian produk, maka id referal yang tercatat ini nanti akan mendapatkan bonus. Selain itu session berisi id referal ini juga akan disimpan ke dalam cookies, yang dalam hal ini dilakukan pada baris ke-5 dari script di atas.

Coba perhatikan perintah setcookie() tersebut. Terdapat 3 parameter pada setcookie(). Parameter pertama digunakan untuk memberi nama cookie. Parameter kedua digunakan untuk menyatakan nilai yang disimpan dalam cookie, dalam hal ini adalah id referal. Sedangkan parameter ketiga untuk setting lama usia cookie, dalam satuan detik. Function time() digunakan untuk mencatat timestamp waktu sekarang. Bila usia cookie yang tersimpan dalam komputer sudah habis, maka secara otomatis cookie ini akan terhapus.

Selanjutnya akan kita bahas bagaimana script untuk membaca id referal yang berasal dari cookie yang tersimpan. Ini dia rahasianya.

<?php
$ref = $_SESSION['ref'];
				
if (empty($ref)) 
{
   $ref = $_COOKIE['ref'];
   if (empty($ref))
   {
	  $ref = 0;
   }
}
?>

Baris pertama pada script di atas digunakan untuk membaca session berisi id referal. Perintah ini berguna bila ada seseorang yang langsung memutuskan untuk membeli produk di bawah id referal seseorang pada saat itu juga, dalam hal ini, nilai $_SESSION[‘ref’] akan berisi id referal.  Namun… bila orang tersebut memutuskan untuk menunda pembelian, dalam hal ini nilai $_SESSION[‘ref’] nya kosong, maka script akan memeriksa cookie. Bila cookienya ada, maka script akan membaca id referal dalam cookie (menggunakan perintah $_COOKIE[‘ref’]). Tetapi… jika cookienya kosong, maka dianggap tidak ada referal sama sekali.

Mungkin Anda bertanya, dimanakah kedua script di atas diletakkan. Script-script tersebut diletakkan di halaman index atau di bagian header pada situs bisnis.

OK… demikian penjelasan tentang bagaimana membuat script untuk meletakkan cookie dan membacanya yang terkait dengan bisnis afiliasi. Mudah-mudahan berguna bagi para pengembang situs bisnis afiliasi. Maju terus bisnis afiliasi di Indonesia.

 

0
Bagikan artikel ini jika bermanfaat !

Saya seorang dosen dan peneliti di Universitas Sebelas Maret. Bidang penelitian saya tentang: adaptive learning, datascience, dan computer aided learning. Selain itu saya juga seorang blogger, serta penulis buku tentang pemrograman, dan matematika.

Leave a Reply