Konsep Interface dan Implementasinya di Java

Dalam Pemrograman Berorientasi Obyek (PBO), memungkinkan kita dapat membuat method yang sifatnya abstrak, atau belum terdefinisikan detilnya, di mana tujuannya adalah untuk menyederhanakan ide solusi dari permasalahan. Melalui konsep ini, kita bisa memikirkan secara global terlebih dahulu struktur dan karakteristik dari obyek, barulah kemudian dipikirkan detilnya.

Keberadaan method abstrak bisa terdapat dalam dua tempat, yaitu bisa terdapat dalam sebuah class, yang selanjutnya class tersebut disebut dengan class abstrak, dan juga bisa terdapat dalam sebuah interface.

Dari kedua hal di atas, apa perbedaan keduanya? Perbedaan dari keduanya adalah pada implementasinya. Pada class abstrak implementasinya hanya bisa di dalam pewarisan (inheritance), artinya semua method-method yang masih abstrak milik class abstrak hanya bisa diimplementasikan di subclass nya. Adapun pada interface, tidak. Method abstrak di dalam interface bisa diimplementasikan pada sembarang class.

Artikel ini akan membahas lebih detil tentang interface, karakteristiknya, dan bagaimana contoh penerapannya di Java.

Konsep Abstraksi dan Implementasinya di Java

Di dalam Pemrograman Berorientasi Obyek (PBO) atau Object Oriented Programming (OOP), selain fitur inheritance, terdapat pula sebuah fitur di mana akan memudahkan kita, sebagai seorang programmer, untuk memikirkan ide dasar dalam mengkonstruksi sebuah class dengan fungsionalnya secara sederhana. Melalui fitur ini, untuk sementara kita bisa mengabaikan fungsionalnya secara detil dengan tidak menghilangkan fungsionalnya secara umum. Fitur ini disebut dengan abstraksi (abstraction).

Abstraksi juga merupakan salah satu kemampuan problem solving melalui pendekatan berpikir komputasional (computational thinking).

Artikel ini akan menjelaskan bagaimana konsep abstraksi secara lebih dalam di PBO, bagaimana karakteristiknya, cara implementasinya di Java, serta studi kasus penerapannya.

Pengenalan Fungsi Dasar Pandas Library di Python

Pandas library termasuk salah satu library yang paling populer di antara banyak Python library. Pandas library sering digunakan karena kemampuannya untuk mengelola data berbentuk tabel (lebih lanjut disebut dengan dataframe) dimana sebagian besar data science project menggunakan data berbasis tabel. Sebagai Python Data Scientist maupun pemula yang baru mempelajari data science, sangat penting untuk menguasai fungsi-fungsi dasar yang ada dalam Pandas library.

Artikel kali ini akan membahas fungsi-fungsi dasar apa saja sih yang ada di Pandas Library, yang sering digunakan oleh para data scientist.

Tutorial Membuat Kurva ROC (Receiver Operating Characteristic) dengan Python

Dalam membuat model AI (artificial intelligence), salah satu tools yang sering digunakan oleh seorang Python Data Scientist untuk memvisualisasikan performa model yang dibuat adalah dengan membuat kurva ROC (Receiver Operating Characteristic). Kurva ROC adalah kurva yang menyajikan ilustrasi performansi dari binary classifier system dalam menghasilkan sebuah prediksi. Kurva ROC didapatkan dengan membuat plotting dari true positive rate (TPR) terhadap false positive rate (FPR).

Artikel ini nanti akan membahas bagaimana membuat kurva ROC menggunakan Python.

Tutorial K-Means Clustering dengan Python

Di Machine Learning, clustering termasuk di dalam unsupervised-algorithm yang berarti bahwa tidak ada proses training. Tujuan dari clustering adalah untuk memisahkan data ke dalam kelompok-kelompok dengan sifat-sifat yang sama dan menetapkannya ke dalam sebuah kategori.

Ada beberapa algoritma clustering yang bisa digunakan, di antaranya adalah: K-Means clustering, Mean-Shift Clustering, DBSCAN, Expectation–Maximization (EM) Clustering, dan Agglomerative Hierarchical Clustering. Namun di antara algoritma tersebut, K-Means lah yang sering digunakan dan diajarkan karena faktor kemudahan dalam pemahaman dan pengimplementasiannya.

Artikel kali ini akan membahas bagaimana mengimplementasikan algoritma K-Means Clustering dengan Python.

Tutorial Mann Whitney U-Test dengan Python

Melakukan uji statistik adalah salah satu tugas utama seorang data scientist. Salah satu uji statistik yang sering dilakukan adalah U-Test. U-Test banyak digunakan karena seringkali hasil eksperimen tidak memenuhi asumsi distribusi normal, dan U-test valid untuk dilakukan di dalam situasi tersebut. U-test sering dilakukan dengan software SPSS, namun bisa juga dilakukan dengan Python lho.

Dalam tutorial ini akan dijelaskan bagaimana melakukan U-Test, tepatnya Mann Whitney U-Test dengan Python.

Cara Upgrade/Downgrade Python di Anaconda

Anaconda merupakan salah satu software distribusi Python, dan juga bahasa R yang secara spesifik digunakan untuk keperluan komputasi sains dan juga datascience. Kelebihan Anaconda ini adalah telah lengkapnya library-library yang mendukung komputasi sains tersebut.

Terdapat beberapa jenis lisensi Anaconda, yaitu ada yang untuk keperluan perorangan atau Individual Edition, dan juga untuk keperluan Enterprise (Enterprise Edition). Adapun yang Anaconda Individual Edition sepenuhnya adalah FREE alias gratis.

Meskipun di dalam Anaconda secara built-in sudah terdapat beberapa library yang sifatnya esensial untuk keperluan komputasi data science, namun terkadang masih diperlukan instalasi library tambahan secara mandiri. Dampak dari instalasi mandiri ini, terkadang terjadi ketidakkompatibelan pada versi Python yang menjadi bawaan Anaconda tersebut dengan library yang diinstall. Sebagai contoh misalkan akan diinstall library PySpark. Library PySpark yang terbaru, kurang kompatibel dengan Python versi 3.8 yang menjadi bawaan Anaconda versi terbaru pada saat tulisan ini dibuat. Oleh karena itu, perlu dilakukan downgrade terhadap versi Python yang ada di Anaconda ke versi 3.7.

Dalam artikel ini akan dibahas bagaimana cara mendowngrade atau mengupgrade versi Python yang ada di Anaconda.

Auto Click Object dengan Timer Menggunakan JQuery dan Javascript

Artikel ini direquest oleh salah satu pengunjung blog ini, yang memanfaatkan layanan article by request. Artikel yang diminta adalah tutorial bagaimana membuat script yang secara otomatis melakukan klik pada suatu obyek tertentu dalam sebuah laman web berdasarkan waktu yang telah ditentukan.

Sebagai contoh misalkan di laman web tersebut terdapat dua buah gambar, misal image1 dan image2. Selanjutnya diharapkan secara otomatis ada sebuah script yang mengklik image1 pada waktu tertentu, dan juga akan mengklik image2 pada waktu yang lain.

Untuk solusi permasalahan tersebut, kita bisa menggunakan jQuery dan Javascript.

23456