PHP Dasar – Modularitas
August 5th, 2008 | by rosihanari |
Cetak Artikel Ini
Suatu pemrograman yang baik seharusnya program yang besar dipecah menjadi program-program yang kecil yang selanjutnya disebut modul. Modul-modul kecil tersebut dapat dipanggil sewaktu-waktu diperlukan. Dalam PHP juga mendukung konsep tersebut yang selanjutnya diberinama modularitas. Kita dapat menyisipkan isi suatu file/modul lain ke dalam file/modul tertentu.
Terdapat 2 perintah/function untuk hal tersebut dalam PHP yaitu menggunakan include() dan require().
Include()
Untuk memudahkan pemahaman, diberikan contoh berikut. Misalkan kita akan membuat menu link sejumlah 4 buah yaitu index, about, links, dan contact pada setiap halaman web yang kita buat. Teknik yang digunakan adalah membuat menu link dalam suatu modul tersendiri kemudian modul tersebut dipanggil pada setiap halaman web yang diinginkan terdapat menu link di dalamnya.
menu.php
<html> <body> <a href="index.php">Home</a> - <a href="about.php">About Us</a> - <a href="links.php">Links</a> - <a href="contact.php">Contact Us</a> <br>
index.php
<?php
include("menu.php");
?>
<p>Ini adalah halaman index</p>
</body>
</html>
about.php
<?php
include("menu.php");
?>
<p>Ini adalah halaman about</p>
</body>
</html>
Dari teknik di atas tampak adanya kemudahan dalam membuat halaman web. Dalam hal ini, kita tidak perlu membuat menu link di setiap halaman web yang ada. Bayangkan seandainya kita punya halaman web sejumlah 100 buah yang kesemuanya ingin diberi menu link tanpa menggunakan teknik di atas, tentu hal tersebut sangat merepotkan.
Meskipun secara teknis, kode pembangun web dipecah dalam modul-modul, namun ketika di browser akan terlihat menyatu. Berikut ini adalah kode HTML yang dihasilkan oleh browser ketika membuka halaman web index.php
<html> <body> <a href="index.php">Home</a> - <a href="about.php">About Us</a> - <a href="links.php">Links</a> - <a href="contact.php">Contact Us</a> <br> <p>Ini adalah halaman index</p> </body> </html>
Require()
Cara penggunaan fungsi require() sama dengan include(). Jadi apa perbedaannya? Sebaiknya mana yang kita gunakan? Perhatikan contoh berikut ini
<?php
include("noFileExistsHere.php");
echo "Hello World!";
?>
dengan asumsi bahwa file noFileExistxHere.php tidak ada. Maka dengan menggunakan include() akan dihasilkan tampilan:
Warning: main(noFileExistsHere.php): failed to open stream:
No such file or directory in include.php on line 2
Warning: main(): Failed opening 'noFileExistsHere.php'
for inclusion (include_path='.:/usr/lib/php:/usr/local/lib/php')
in include.php on line 2Hello World
Selanjutnya kita akan gunakan require().
<?php
require("noFileExistsHere.php");
echo "Hello World!";
?>
dan hasilnya
Warning: main(noFileExistsHere.php): failed to open stream:
No such file or directory in require.php on line 2
Fatal error: main(): Failed opening required 'noFileExistsHere.php'
(include_path='.:/usr/lib/php:/usr/local/lib/php')
in require.php on line 2
Bandingkan kedua hasil di atas. Pada include(), error yang dihasilkan hanya berupa Warning saja dan statement berikutnya masih dapat dijalankan. Hal ini terlihat bahwa teks Hello World! Masih ditampilkan di browser. Sedangkan pada require(), error yang dihasilkan berupa Fatal Error. Dengan demikian statement selanjutnya tidak akan dijalankan.
Sehingga disarankan agar Anda menggunakan require() dengan harapan bahwa kode PHP yang Anda buat tidak akan diproses apabila terdapat file yang hilang atau tidak ada.
Beberapa artikel terkait
- PHP Dasar – Beberapa Aturan dalam Penulisan Script PHP
- PHP Dasar – Array
- PHP Dasar – Komentar dalam PHP
- PHP Dasar – Operator dalam PHP
- PHP Dasar – Penggunaan Variabel dalam PHP
- Membuat Grafik Chart di PHP
- Teknik Dasar Mengirim SMS dengan Gammu
- Ide Membuat Script Grafik PHP Untuk Menampilkan Indeks Prestasi Mahasiswa (Studi Kasus)
- Edit File CSS Berbasis File Teks dengan PHP
- Membuat MP3 Player di Web
Share this article on:
Kata kunci: PHP -
Mau kaos (T-shirt) Wordpress keren? (


Rosihan Ari adalah seorang programmer, penulis buku, trainer, peneliti dan berusaha menjadi seorang blogger sejati dengan memberikan yang terbaik buat negeri ini. Berfokus pada computer programming serta computer aided learning for mathematics, ia ingin berbagi ilmu yang dimilikinya. 


,mas gimana ceehh caranya membuat validasi apabila password ksong.. dan username yang sudah di enkrip menggunakan gabungan metode
$pengacak=”hfhffjfhfjkass”
password=md5($pengacak.md5($_POST['password']));
bgamana cara membuat validasinya..terma kasih..
@agung: jadi nanti yang disimpan di db adalah password hasil enkripnya. Selanjutnya ketika login, password yang dimasukkan via form login dienkrip dengan cara/metode yang sama seperti enkrip untuk menyimpan password di db. KEmudian hasil enkrip password dari form login dibandingkan password terenkrip yang tersimpan di db. Jika hasilnya sama maka loginnya sukses.