• Home
  • /
  • Category Archives: PHP

PHP

PHP

PHP

Mengenkripsi Parameter GET Method Untuk Keamanan

GET method adalah jenis request yang sering disalahgunakan oleh orang. Jenis request inilah yang kerap kali digunakan orang untuk menginjeksi suatu perintah atau kode yang tujuannya untuk merusak. Sebut saja misalkan teknik XSS (Cross Site Scripting), SQL injection, dan bahkan spam pun bisa masuk ke dalam buku tamu Anda atau sejenisnya melalui GET method ini.

Beberapa teknik untuk mencegah injection yang telah disebutkan di atas, seperti sql injection, memang telah banyak digunakan. Namun, ada baiknya kita mengantisipasi hal-hal di atas dengan menciptakan suatu URL yang aman melalui teknik enkripsi pada parameter GET methodnya.

Simak lebih lanjut artikel ini untuk mengetahui caranya.

PHP

Ide Membuat Buku Tamu dengan Automatic Filtering

Salah satu teman sekaligus member saya (mas yoyok) sedang dipusingkan dengan buku tamunya yang sering kemasukan komentar-komentar spam. Meskipun sudah dilengkapi dengan captcha, tapi masih saja spam itu bisa masuk ke buku tamu. Aduh… cape deh..

Untuk mencegah spam masuk ke dalam buku tamu, ada beberapa teknik yang bisa digunakan. Teknik pertama adalah menggunakan captcha yaitu user sebelum mensubmit komentar buku tamu terlebih dahulu harus mengisi semacam kode yang tertera di halaman tersebut. Biasanya kode ini bersifat random. Teknik penggunaan captcha ini bertujuan untuk memverifikasi apakah pengisi buku tamu merupakan mesin spam ataukah manusia sejati. Anda dapat membaca teknik ini di artikel saya yang lain.

Teknik kedua untuk mencegah spam masuk, yaitu menggunakan filtering. Biasanya, spam-spam nakal berisi komentar yang di dalamnya terdapat hal-hal yang berbau ‘sex’, ‘xxx’, ‘porn’ atau link-link tertentu. Bisa juga teknik automatic filtering ini mencegah buku tamu dari komentar-komentar yang berbau tidak sopan dalam hal ini yang dikirim oleh manusia. Nah.. dengan teknik filtering ini, bila komentar terdapat salah satu atau beberapa kata-kata tersebut maka secara otomatis langsung direject atau ditolak (tidak tersimpan di database).

Anda dapat menggunakan salah satu teknik di atas atau bahkan menggabungkannya menjadi kesatuan. Dengan digabungkannya kedua teknik tersebut, maka diharapkan buku tamu Anda akan lebih terproteksi dari spammer.

Nah.. pada artikel ini khusus akan dibahas bagaimana ide untuk membuat buku tamu dengan automatic filtering.

Ide Membuat Generator Kode Unik Incremental Otomatis

Artikel kali ini akan saya coba bahas mengenai bagaimana ide membuat generator kode unik incremental secara otomatis.

Wah apa tuh maksudnya? OK saya gambarkan hal tersebut melalui contoh berikut ini. Misalkan terdapat suatu sistem yang digunakan untuk pendaftaran anggota. Setiap anggota yang mendaftar nantinya akan diberikan kode unik, misalnya berbentuk A00001. Dalam keanggotaan tersebut terdapat 3 jenis anggota, yaitu Platinum, Gold dan Silver. Wah… kok kayak keanggotaan apa gitu ya? It’s OK, itu hanya contoh. Untuk Platinum, kode anggotanya berawalan A dan dilanjutkan dengan nomor urutnya. Keanggotaan Gold kodenya berawalan B dan Silver C. Sehingga misalkan terdapat seseorang pendaftar pertama, dan kebetulan ia ikut yang Platinum, maka harusnya kode dia adalah A00001. Selanjutnya bila terdapat pendaftar kedua dan ia juga ikut Platinum, maka kode berikutnya adalah A00002. Bagaimana bila terdapat pendaftar yang ketiga namun ia ingin ikut yang Gold? Ya.. karena sebelumnya belum ada anggota yang Gold, maka pendaftar ketiga ini mendapat kode B00001. Begitu seterusnya…

Nah.. paham kan gambaran di atas? Selanjutnya pertanyaannya adalah bagaimana membuat kode unik incremental seperti di atas secara otomatis setiap kali ada pendaftar yang baru? Hal inilah yang akan dibahas pada artikel kali ini.

PHP

Ide Membuat Sistem Login Aplikasi Multi User

Bismillah… pada artikel kali ini saya akan mencoba memaparkan bagaimana teknik atau ide dalam membuat sistem login untuk aplikasi multi user.

Dalam suatu aplikasi bisa jadi terdapat lebih dari satu user dan dengan level yang berbeda-beda. Dengan adanya pembagian level tersebut diharapkan adanya hak akses yang berbeda. Untuk memudahkan Anda dalam membayangkan hal ini, misalkan terdapat 5 user katakanlah A, B, C, D dan E dimana user A, B dan C adalah level ‘administrator’, sedangkan D dan E user biasa. Nah… user A, B, dan C ini misalkan berhak mengakses halaman 1, 2 dan 3 dari aplikasi sedangkan D dan E hanya boleh mengakses halaman 3 saja. Dengan kata lain hak akses ke halaman-halaman tersebut ditentukan oleh level usernya.

Pemberian hak akses pada masing-masing user ini bisa dalam bentuk link menu. Ketika seorang user telah melakukan login, dan loginnya sukses maka akan muncul menu link ke halaman-halaman yang boleh diaksesnya. Sebagai gambaran misalnya pada contoh di atas, setelah user A login dan loginnya berhasil maka akan muncul menu link menuju ke halaman 1, 2 dan 3 karena si A ini levelnya Administrator. Namun untuk si D, karena levelnya user biasa, maka hanya akan muncul menu link menuju halaman 3 saja.

Nah… lantas bagaimana ide dan teknik dalam membuat sistem login terkait dengan hak akses untuk multi user seperti kasus di atas? Inilah yang akan saya beberkan rahasianya dalam artikel ini. Artikel ini merupakan request dari xfreecode (member saya) sekaligus salah satu dari sekian banyak trik dan teknik yang saya paparkan pada peserta kursus online PHP bersama saya.

Script INSERT Data Dengan PHP dan MS. Access

Artikel ini merupakan lanjutan dari artikel sebelumnya tentang cara koneksi PHP ke MS. Access.

Topik yang akan dibahas dalam postingan saya diwaktu pagi hari setelah subuh kali ini mengenai bagaimana cara membuat script PHP untuk insert data ke MS. Access melalui sebuah form. Artikel ini sekaligus menjawab pertanyaan mas Rais (member saya). Maaf mas ya… baru sempat bikin artikelnya ๐Ÿ™‚

Ide Membuat Script PHP untuk Pencarian dengan Multi Kategori

Dalam suatu aplikasi yang terkait dengan database, seringkali muncul fasilitas untuk pencarian data. Untuk mempersempit scope pencarian biasanya pencarian dilakukan berdasarkan kategori tertentu. Kategori pencarian bisa bersifat single category artinya hanya berdasar satu kategori pencarian saja atau ada yang bersifat multiple category atau multi kategori dimana user bisa melakukan pencarian berdasarkan lebih dari satu kategori.

Untuk membuat fasilitas pencarian berdasarkan satu kategori pada prinsipnya mudah. Sebagai contoh misalkan pencarian data mahasiswa, dimana user bisa melakukan pencarian berdasarkan salah satu dari kategori NIM, nama mahasiswa, alamat, jenis kelamin atau yang lain. Dalam hal ini (single category), prinsipnya hanyalah menggunakan statement kondisional saja. Jika yang dipilih adalah kategori NIM, maka jalankan query pencarian data berdasarkan kategori NIM. Jika yang dipilih adalah kategori nama mahasiswa, maka jalankan query pencarian data berdasarkan nama mahasiswa dan seterusnya. Saya kira mudah… dan tidak ada masalah.

Namun… bagaimana bila pencariannya berdasarkan multi kategori? misalkan user ingin mencari tahu siapa saja sih mahasiswa yang beralamat di Solo dan berjenis kelamin laki-laki misalnya ๐Ÿ™‚ Kalau kita terapkan logika seperti halnya pada single kategori, maka akan sulit diimplementasikan. Mengapa sulit? ya.. karena akan banyak kemungkinan yang terjadi dalam pemilihan kategorinya. Coba bayangkan, seandainya untuk data mahasiswa terdapat 10 buah field. Untuk single kategori, tidak ada masalah karena kemungkinkan pemilihan kategorinya ada 10 buah (Anda membuat statement kondisional sebanyak 10 buah). Namun.. jika menggunakan multi kategori, wah… bisa-bisa Anda pusing karena terlalu banyak kemungkinannya si user tadi memilih kategorinya. Hitung-hitung ada sekitar jutaan kemungkinan. wow… capee dehh… ๐Ÿ™‚

PHP

Membuat Form Dinamis dan Pemrosesannya (Sebuah Studi Kasus)

Sering kita jumpai form di aplikasi web yang berbentuk statis. Maksud statis di sini adalah jumlah komponen inputnya, baik itu textbox, radiobutton dan lainnya adalah tetap. Jika demikian halnya, maka untuk membuat script pemrosesan formnya tidak ada masalah atau cenderung mudah, terutama dalam membaca value yang diinputkan melalui komponen-komponen yang tersedia.

Namun… bagaimana bila jumlah komponen dalam formnya ini berubah-ubah sesuai yang diinginkan user, atau dalam hal ini saya istilahkan ‘form dinamis’. Bagaimana cara membuat komponen-komponennya dan bagaimana cara membaca value yang diinputkan melalui form dinamis ini? Nah.. hal inilah yang topik yang akan dibahas dalam artikel ini. Artikel ini merupakan salah satu topik yang dibahas dalam modul dalam Kursus Online Bersama Rosihan Ari dan salah satu studi kasus yang diberikan di situ.

Cara Koneksi PHP ke Microsoft (MS) Access

Banyak temen-temen saya baik di dunia maya dan juga di kampus, pengunjung blog ini, serta para mahasiswa yang menanyakan bagaimana cara melakukan koneksi dari PHP ke MS. Access. Wah… ngapain sih kok masih pada pake DBMS berlisensi itu? bukankah mahal tuh… bukannya sudah ada DBMS yang handal namun free, seperti halnya MySQL. Tapi gak papa sih kalo mampu beli he.. 3x ๐Ÿ™‚

Bagi yang mau tahu cara melakukan koneksi dari PHP ke MS. Access, simak baik-baik artikel ini ya.