Tentang Array atau Matriks dalam MATLAB
September 7th, 2008 | by rosihanari |
Cetak Artikel Ini
Seperti yang telah dijelaskan pada artikel sebelumnya tentang Pengenalan MATLAB, bahwa MATLAB sangat handal untuk komputasi yang terkait dengan array atau matriks. Kehandalan ini bisa terlihat mulai dari proses assignment variabel terhadap nilai bertipe array atau matriks yang sederhana, sampai dengan operasi perhitungannya yang cepat.
Pada artikel ini akan dibahas tentang penggunaan array atau matriks dalam MATLAB, mulai dari cara mengassign, membuat array multidimensi dan manipulasi elemen array.
Kesederhanaan dalam proses assignment variabel terhadap nilai bertipe array atau matriks ini disebabkan tidak diperlukannya pendefinisian ukuran (size) array atau matriks pada variabel tersebut. Secara otomatis, size atau dimensi dari variabel bertipe array ini akan menyesuaikan dengan array yang diassign atau dengan kata lain size untuk variabel bertipe array ini bersifat dinamis. Dengan demikian, kita tidak perlu pusing memikirkan size variabel yang diperlukan untuk suatu proses perhitungan.
Bagaimana caranya melakukan proses assignment variabel dengan nilai bertipe array atau matriks? Mudah sekali… yaitu hanya dengan mengapit elemen-elemen array dengan tanda kurung siku. Contoh:
>> arrayKu = [1 2 3 4 5]
Maksud perintah di atas adalah mengassign ‘arrayKu’ dengan nilai bertipe data array dengan size 1 x 5, dengan elemennya {1, 2, 3, 4, 5}. Kita bisa melihat outputnya di command window seperti di bawah ini:
arrayKu = 1 2 3 4 5
Dimensi array dapat juga diubah menjadi bentuk kolom 5 x 1, dengan cara:
>> arrayKu = [1; 2; 3; 4; 5]
Outputnya:
arrayKu = 1 2 3 4 5
Bagaimana dengan array berdimensi 3 x 4? Ya… no problem, berikut ini contohnya:
>> arrayKu = [1 2 3 4; 5 6 7 8; 9 10 11 12]
Outputnya:
arrayKu = 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
Mudah bukan?
OK selanjutnya, mungkin ada yang bertanya misalkan diketahui suatu array, katakanlah ‘arrayKu’ seperti di atas, bagaimana caranya mengambil atau menampilkan elemen yang bernilai ’7′? Hmmm.. untuk melakukan hal ini, kita harus tahu posisi elemen ’7′ ini, yaitu pada baris ke 2 kolom ke 3. Lalu tuliskan saja perintah ini:
>> arrayKu(2, 3)
Outputnya:
ans = 7
Berikutnya, misalkan kita ingin mengganti elemen ‘arrayKu’ pada baris ke 3 kolom ke 4 dengan nilai 100. Bagaimana caranya?
>> arrayKu(3, 4) = 100
Outputnya:
arrayKu = 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 100
Nah… ada pertanyaan lagi nih, bagaimana caranya mengambil semua elemen pada kolom pertama dari ‘arrayKu’? Ini dia perintahnya
>> arrayKu(:, 1)
Outputnya:
ans = 1 5 9
Bagaimana dengan mengambil semua elemen pada salah satu barisnya? misalkan baris ke 2? Mudah sekali…
>> arrayKu(2,![]()
Outputnya:
ans = 5 6 7 8
Kita juga dapat memanipulasi semua elemen dalam satu kolom atau baris sekaligus melalui suatu perhitungan. Misalkan baris kedua dari ‘arrayKu’ diubah menjadi 2 kali mula-mula.
>> arrayKu(2,= 2*arrayKu(2,
![]()
Outputnya:
arrayKu = 1 2 3 4 10 12 14 16 9 10 11 12
Anda ingin mendownload beberapa tool programming 100% gratis?
Silakan download di FREE PROGRAMMING TOOLS.
atau ingin berdonasi untuk pengembangan blog ini cukup dengan $1 via Paypal?
Beberapa artikel terkait
- Penyelesaian SPL dengan Operasi Baris Elementer Menggunakan MATLAB
- Manfaat Penggunaan Array dalam Pemrograman
- Menyisipkan Elemen ke dalam Array di PHP
- PHP Dasar – Array
- Penggunaan Variabel dalam MATLAB
- Pengenalan MATLAB
- Membuat Script PHP Untuk Report atau Rekap Data (2)
- PHP Dasar – Penggunaan Variabel dalam PHP
- PHP Dasar – Komentar dalam PHP
- Menentukan Fungsi Genap atau Ganjil dengan Maple
Share this article on:
Kata kunci:





saha nu nyieun cpp
liuer yeuh
gabung boleh dong, biar cepet pinter…
Konsep array
Array adalah kumpulan beberapa data yang disimpan dalam satu
variabel. Jadi, berbeda dengan variabel sebelumnya yang hanya
menyimpan satu nilai saja, array dapat menampung lebih dari satu nilai.
Tiap nilai dalam array (disebut elemen) diakses dengan menggunakan
index. PHP mengenal dua macam index, yaitu index numerik dan index
asosiatif. Index numerik menggunakan angka untuk menandai tiap
elemen, sedangkan index asosiatif memberi nama untuk masing-masing
elemen.
Semoga bermanfaat.
Salam dari kami :
KOMUNITAS PELAJAR ILMU KOMPUTER INDONESIA
makasih atas tulisannya,,.
saya bisa kerjain tgas matlab
kalo ingin input data yang gak sama gimana?
contoh :
1 11 12 13 14 15
2 23 21 21 21
3 13 14 12
4 21 41 21
5 43 21
gimana???
tolong dong gimana hasilnya kalau matriksnya 1×16 dikalikan dengan 16×16 ????
tolong yach
txs
Saya mau menanyakan tentang bagaimana sintak pada Matlab untuk membangkitkan bilangan acak integer dengan syarat tertentu. Sebagai contoh, saya mau membuat sebuah matrik baris A yang isinya : [jumlah barang,tipe barang,tinggi barang,sudut penempatan]. Jumlah barang itu nilainya lebih besar sama dengan 0 dan lebih kecil sama dengan 5 (0<=jumlah barang<=5). tipe barang, syaratnya lebih besar dari 0 dan lebih kecil 2 (0<=tipe barang<=2). Tinggi barang, syaratnya (6<=tinggi barang<=15). Sudut penempatan, syaratnya (35 derajat<=sudut penempatan<=45 derajat). Apa saya harus membuat secara terpisah masing-masing matriks dulu yang terdiri dari matriks jumlah barang, matrik tipe barang, matriks tinggi barang dan matriks sudut penempatan baru digabung menjadi sebuah matriks A atau dapat dibuat sebuah matriks A tanpa menggabung matriks2 kecil yang saya maksudkan tadi?. Makasih buat tanggapannya.
Mau tanya
Bagaimana cara membuat program MATLAB tentang penyusunan angka dalam suatu matriks yang terdiri dari 10 baris. Dimana inputnya diisikan secara acak. Namun outputnya akan berbentuk matrik dengan 10 baris pula tetapi angka2nya telah terurut dari BESAR ke KECIL.
Terima kasih
saya mau menanyakan tentang fungsi cofaktor,determinan jakobian dan fungsi adjoin dalam matlab….
mau tanya…
bagaimana jika ada matrix 24×24..dan ingin menampilkan matrixnya dalam per 8×8 (jadi ntar ada 9 matrix)..
mohon bntuannya, karena saya sedang sedikit bingung. makasih.