Free Ebook Tutorial from Rosihan Ari's Blog

Tutorial Javascript | Tutorial PHP | Tutorial AJAX | Tutorial CSS | Tutorial FPDF | Tutorial Wordpress | Tutorial Java SE


Ebook yang direkomendasikan untuk Anda
Kunjungi Toko Ebook RosihanAri.Net


Penyelesaian SPL dengan Operasi Baris Elementer Menggunakan MATLAB


September 7th, 2008 | by rosihanari | Cetak Artikel Cetak Artikel


GampSMS SMS Gateway

Setelah kita membaca artikel sebelumnya tentang array dan matriks, khususnya pada bagian akhir artikel tersebut, mungkin beberapa dari kita sudah punya ide ‘mungkinkah MATLAB digunakan untuk menyelesaikan SPL dengan operasi baris elementer?’, dan jawabannya adalah bisa.

Meskipun dalam MATLAB sudah ada perintah khusus untuk mencari solusi SPL, namun hal ini kurang menarik bagi mereka yang masih belajar tentang konsep penyelesaian SPL, khususnya dengan memanfaatkan operasi baris elementer.

Nah.. pada artikel ini akan diberikan contoh penggunaan MATLAB untuk menyelesaikan SPL dengan operasi baris elementer.

Misalkan diberikan SPL sebagai berikut:

 2x + 4y - 2z = 12
  x + 5y + 3z =  8
-3x +  y + 3z = -4

Nah… kita akan coba menyelesaikan SPL di atas dengan operasi baris elementer dengan MATLAB.

Langkah pertama adalah kita buat matriks yang diperbesar (Augmented Matrix), berisi semua koefisien variabel dan hasilnya. Misalkan augmented matrix nya disimpan dalam variabel A. Perintah MATLAB nya:

>> A = [2 4 -2 12; 1 5 3 8; -3 1 3 -4]

Outputnya:

A =

 2     4    -2    12
 1     5     3     8
-3     1     3    -4

Seperti dalam teori, bahwa target dari operasi baris elementer untuk menyelesaikan SPL adalah mendapatkan matriks segitiga atas dari matriks yang diperbesar tersebut. Apabila kita gunakan metode Gauss Jordan, maka bentuk augmented matrix ini haruslah

1     0     0    p
0     1     0    q
0     0     1    r

dari bentuk di atas, solusi dari SPL adalah x = p, y = q dan z = r.

OK kita mulai memanipulasi augmented matriks dengan operasi baris elementer sedemikian hingga kita peroleh bentuk matriks target di atas.
B1 <- B1 – B2 (baris ke-1 yang baru, diperoleh dari baris ke-1 dikurangi baris ke-2)

&gt;&gt; A(1, :)  = A(1, :)  - A(2, :) 

Outputnya:

A =

 1    -1    -5     4
 1     5     3     8
-3     1     3    -4

B2 <- B2 – B1 (baris ke-2 yang baru, diperoleh dari baris ke-2 dikurangi baris ke-1)

&gt;&gt; A(2, :)  = A(2, :)  - A(1, :) 

Outputnya:

A =

 1    -1    -5     4
 0     6     8     4
-3     1     3    -4

B3 <- B3 + 3 B1 (baris ke-3 yang baru, diperoleh dari baris ke-3 ditambah 3 kali baris ke-1)

&gt;&gt; A(3, :)  = A(3, :)  + 3*A(1, :) 

Outputnya:

A =

1    -1    -5     4
0     6     8     4
0    -2   -12     8

B3 <- B3 + B2/3 (baris ke-3 yang baru, diperoleh dari baris ke-3 ditambah 1/3 kali baris ke-2)

&gt;&gt; A(3, :)  = A(3, :)  + A(2, :) /3

Outputnya:

A =

1.0000   -1.0000   -5.0000    4.0000
0         6.0000    8.0000    4.0000
0         0        -9.3333    9.3333

Lho.. kok ada 0 banyak? Gak pa pa, itu menunjukkan bilangan dalam desimal.
B1 <- B1 + B2/6 (baris ke-1 yang baru, diperoleh dari baris ke-1 ditambah 1/6 kali baris ke-2)

&gt;&gt; A(1, :)  = A(1, :)  + A(2, :) /6

Outputnya:

A =

1.0000         0        -3.6667    4.6667
0              6.0000    8.0000    4.0000
0              0        -9.3333    9.3333

B2 <- B2/6 (baris ke-2 yang baru, diperoleh dari 1/6 kali baris ke-2 )

&gt;&gt; A(2, :)  = A(2, :) /6

Outputnya:

A =

1.0000         0        -3.6667    4.6667
0              1.0000    1.3333    0.6667
0              0        -9.3333    9.3333

B3 <- B3/(-9.3333) (baris ke-3 yang baru, diperoleh dari -1/9.3333 kali baris ke-3)

&gt;&gt; A(3, :)  = A(3, :) /(-9.3333)

Outputnya:

A =

1.0000         0        -3.6667    4.6667
0              1.0000    1.3333    0.6667
0         0    1.0000   -1.0000

B1 <- B1 + 3.6667 B3 (baris ke-1 yang baru, diperoleh dari baris ke-1 ditambah 3.6667 kali baris ke-3)

&gt;&gt; A(1, :)  = A(1, :) + 3.6667 * A(3, :) 

Outputnya:

A =

1.0000         0         0.0000    1.0000
0              1.0000    1.3333    0.6667
0              0         1.0000   -1.0000

B2 <- B2 – 1.3333 B3 (baris ke-2 yang baru, diperoleh dari baris ke-2 dikurangi 1.3333 kali baris ke-3)

&gt;&gt; A(2, :)  = A(2, :)  - 1.3333 * A(3, :) 

Outputnya:

A =

1.0000         0         0.0000    1.0000
0              1.0000    0.0000    2.0000
0              0         1.0000   -1.0000

Wuihh… akhirnya selesai juga. Karena matriks hasil operasi baris elementer ini sudah sesuai target, maka solusi dari SPL di atas adalah x = 1, y = 2, dan z = -1.

Banyak juga ya langkahnya? memang butuh kesabaran dan ketelitian. Tapi kalau sudah ketemu hasilnya, kita akan puas kok :-)

Selamat mencoba… dan bila ada pertanyaan atau diskusi mengenai masalah ini bisa diposting via komentar di bawah ini.




Share ke Facebook Share ke Twitter
Baca Juga Artikel Terkait
Tentang Array atau Matriks dalam MATLAB
Pengenalan MATLAB
Penggunaan Variabel dalam MATLAB
Operasi Aljabar Fungsi di Maple
Script PHP untuk Menampilkan Data dalam Tabel dengan Warna Baris Selang-seling

Kata kunci:


Ada 13 komentar dalam artikel ini.



  1. nub says:

    mas/pak
    Q mw tanya, kl program matlab untuk mengkonversi biner ke desimal tp g pk fungsi dec2bin gmn?

    Thx yaw, :)

  2. Sasya says:

    yang mau saya tanyakan,,perbedaan antara metode gauss jordan dengan metode gauss saja apa pak????

    • rosihanari says:

      to sasya: bila gaus jordan targetnya adalah membentuk matriks segitiga atas pada augmented matriks, melalui operasi baris elementer. Dalam hal ini elemen diagonal utama dari matriks segitiga atasnya harus sama dengan 1. Sedangkan gauss, juga sama-sama membentuk matriks segitiga atas, namun elemen diagonal utamanya tidak harus 1.

  3. san says:

    mass!! cara melihat pixel dalam sebuah gambar dengan menggunakan matlab sourcode nya apa y..???

  4. san says:

    bisa kah mass bantu saya?

  5. ratih says:

    mas saya mau tanya, mengenai penggabungan matlab dengan c# bagaimana?

    makasih

  6. SUYANTO says:

    PAK Rosihanari, saya tertarik sekali dengan artikel bapak karena sangat membantu pekerjaan saya penyelesaian Hitung perataan Bersyarat.
    Pertanyaan saya adalah bagaimana kalo design persamaan saya BV + W = o
    B : Matrik design ( r x n)
    V : matrik kesalahan ( r x 1 )
    W : matriks konstanta ( r x 1 )

    jumlah r dan n dalam matriks B dan W saya ratusan dan saya susun dalam Excell. Nah bagaimana cara mengkopi dari excell ke matlab secara cepat. karena kalo pake menu tulis langsung sangat tidak efektif.
    Mohon saran, terimakasih.

  7. satrio says:

    Pak…
    kalo syntax program untuk gauss dan gauss jordan pake matlab gimana ya pak??

  8. arif says:

    mas, saya mau tanya, cara membuat yang seperti ini
    1 0 0 p
    0 1 0 q
    0 0 1 r

    itu caranya gmn ya ?
    mhn di bantu ya

    kalo bisa hari ini
    thanks

  9. raymond says:

    bang bs bantu buatin image manipulasi matlab gak?
    gak dpt coding2x nih…



 

Komentar/pertanyaan Anda!

Mohon maaf, komentar/pertanyaan yang menggunakan email palsu atau komentar bernada negatif, cemooh, umpatan, cacian atau sejenisnya secara otomatis akan terhapus karena dianggap spam dan tidak akan tampil

Dimohon jangan pula memasukkan code program dalam bentuk apapun ke dalam komentar karena akan dianggap spam.

Mohon maaf jika seandainya ada beberapa pertanyaan Anda yang tidak direspon atau ditanggapi mengingat banyaknya komentar yang masuk dan keterbatasan kemampuan/ilmu saya dalam menjawab pertanyaan satu persatu. Saya harap Anda bisa memahami dan memakluminya.

Semua komentar atau pertanyaan yg masuk tidak akan langsung tampil di halaman ini, karena akan dimoderasi dahulu.


*