Manfaat Penggunaan Array dalam Pemrograman

Sharing is caring!

Misalkan Anda diminta membuat program untuk mencari rata-rata dari n bilangan bulat yang diinputkan oleh user. Bagaimana cara membuat program tersebut? Apakah Anda akan mendeklarasikan semua variabel untuk setiap bilangan bulat yang diinputkan? Tentunya akan sangat merepotkan dalam mendeklarasikannya, belum lagi proses perhitungannya.

Sebagai contoh, misalkan kita membuat program Pascal untuk mencari rata-rata dari 3 bilangan bulat.

program rata2;
var bil1, bil2, bil3 : integer;
    rerata : real;
begin
     write('Masukkan bilangan ke-1 : ');
	 readln(bil1);
	 write('Masukkan bilangan ke-2 : ');
	 readln(bil2);
	 write('Masukkan bilangan ke-3 : ');
	 readln(bil3);
	 rerata := (bil1 + bil2 + bil3)/3;
	 write('Rata-rata semua bilangan adalah : ',rerata);
end.

Nah… bagaimana seandainya untuk 10 bilangan bulat? Apakah Anda mendeklarasikan 10 buah variabel berbeda untuk menyimpan bilangan yang diinputkan? Bagaimana untuk 100 bilangan bulat? Wah tentu repot. Lebih repot lagi ketika Anda menulis formula untuk menghitung rata-ratanya. Tentu panjang sekaleee…. 🙂

Lantas bagaimana dong? Jangan khawatir, dalam pemrograman ada tipe data array atau larik. Filosofi array adalah suatu tipe data yang memungkinkan kita membuat sebuah variabel, namun kita bisa isi didalamnya banyak nilai. Wah bagaimana ya.. cara membayangkannya?

OK… bayangkanlah variabel bertipe data array itu ibarat sebuah hotel. Dalam hal ini, variabel tersebut adalah hotelnya. Kalau kita lihat sebuah hotel, di dalamnya terdapat kamar-kamar yang di setiap kamarnya terdapat nomor sebagai pembeda. Begitu pula dalam variabel bertipe data array. Dalam variabel tersebut terdapat ruang-ruang elemen yang di setiap elemennya dibedakan dengan nomor atau indeks.

Nah… dalam hotel, setiap orang bisa menginap di setiap kamar-kamar tersebut. Orang-orang yang menginap di kamar ini ibarat nilai yang disimpan dalam setiap ruang-ruang elemen dalam variabel bertipe data array.

Suatu hotel dapat setiap saat menambah jumlah kamarnya. Demikian pula dengan variabel bertipe data array. Jumlah ruang elemen dalam array dapat ditambah sesuai kebutuhan, selama memori komputer masih memungkinkan untuk menambah ruang array. Toh.. hal yang sama juga terjadi pada hotel, apabila luas tanahnya untuk penambahan kamar sudah tidak cukup lagi 🙂

OK… kembali lagi ke persoalan menghitung rata-rata n bilangan bulat di atas, bagaimana bentuk programnya bila menggunakan array? Ini dia..

program rata2;
var bil : array [1..100] of integer;
    rerata : real;
begin
     write('Masukkan jumlah data : ');
	 readln(n);
	 
     { input nilai ke dalam elemen array }
	 
	 for i:=1 to n do
	 begin
	      write('Masukkan bilangan ke-',i,' : ');
		  readln(bil[i]);
	 end;
	 
	 { menjumlahkan setiap nilai dalam elemen array }
	 
	 jumlah := 0;
	 
	 for i:=1 to n do
	 begin
	     jumlah := jumlah + bil[i];
	 end;
	 
	 rerata := jumlah/n;
	 write('Rata-rata semua bilangan adalah : ',rerata);
end.

Perhatikan program di atas, bahwa variabel ‘bil’ bertipe data array. Sebelum ‘bil’ ini digunakan, terlebih dahulu harus dipersiapkan jumlah maksimum ruang elemen yang digunakan, dalam hal ini ada 100 ruang elemen (1 s/d 100). Lalu… dari 100 ruang elemen ini, berapa ruang yang akan digunakan? Hal ini tergantung permintaan user. Misalkan user memasukkan jumlah datanya 10 (n = 10), maka berarti hanya digunakan 10 ruang dari 100 ruang yang ada.

Trus… apa maksudnya readln(bil[i])? Perintah ini digunakan untuk memasukkan nilai/bilangan bulat yang diinput user ke dalam ruang elemen ke-i dari variabel ‘bil’, untuk i=1, 2, …, n.

Setelah dilakukan input ke dalam masing-masing ruang elemen array, berikutnya adalah menjumlahkan setiap isi ruang elemen kemudian hasil jumlahan tersebut dibagi dengan n, sehingga ketemulah rata-ratanya.

Dari contoh ini bisa terlihat betapa besar manfaat penggunaan array dalam pemrograman.

Tinggalkan Komentar