Free Ebook Tutorial from Rosihan Ari's Blog

Ebook Javascript | Ebook PHP | Ebook AJAX | Ebook CSS | Ebook FPDF | Ebook Wordpress | Ebook Java SE


Produk yang direkomendasikan untuk Anda
Video Tutorial Pemrograman Web


Filosofi Statement IF Dalam Pemrograman


September 22nd, 2008 | by rosihanari |


Jual kaos

Dalam pemrograman statement IF pasti bukan hal asing bagi seorang programmer. Namun bagi seseorang yang baru mengenal pemrograman komputer, tentunya ingin tahu apa itu statement IF dan apa fungsinya? atau dengan kata lain kapan kita gunakan statement tersebut.

Di kehidupan sehari-hari, tentu sering kita jumpai hal-hal yang berbau sebab akibat. Sebagai contoh perhatikan pernyataan berikut ini:

  1. Jika saya lapar, maka saya makan
  2. Apabila saya punya uang, maka saya akan membeli buku pemrograman. Apabila tidak, maka saya akan memfotokopi bukunya saja.

Dua kalimat di atas menggambarkan sebab akibat. Secara umum, bentuk pernyataan sebab akibat adalah berbentuk

Jika (syarat), maka (akibat)

Apa maksudnya bentuk di atas? Maksudnya adalah apabila syarat tersebut terpenuhi, maka akibat akan terjadi atau dilaksanakan.

Perhatikan kalimat pertama yang telah diberikan sebelumnya. Dalam hal ini, ‘saya lapar’ merupakan syarat dan ‘saya makan’ adalah akibatnya. Dengan demikian, apabila syarat ‘saya lapar’ ini terpenuhi, maka akibatnya ‘saya makan’.

Selanjutnya perhatikan kalimat kedua. Pada kalimat tersebut terdapat alternatif akibat yang muncul. Dalam hal ini syarat yang diberikan adalah ‘saya punya uang’. Bila syarat ‘saya punya uang’ ini terpenuhi, maka akibatnya ‘saya akan membeli buku pelajaran’. Selanjutnya bagaimana jika ‘saya tidak punya uang’? Nah… inilah fungsi alternatif akibatnya. Pada contoh ini, alternatif akibatnya adalah ‘saya akan memfotokopi buku’.

Secara umum, bentuk sebab akibat yang di dalamnya terdapat alternatif akibat berbentuk

Jika (syarat), maka (akibat 1). Jika tidak, maka (akibat 2)

Dalam dunia logika, istilah ‘terpenuhi’ identik dengan nilai ‘TRUE’ atau ‘BENAR’.

Nah… pernyataan sebab akibat yang terjadi di dunia manusia ini dapat diadopsi ke dunia pemrograman komputer, yang sering dikenal dengan statement IF. Lantas apa fungsi statement tersebut? Fungsinya adalah untuk melakukan suatu perintah tertentu bila telah terpenuhinya suatu syarat.

Dalam bahasa pemrograman Pascal, bentuk statement IF ini adalah

IF (syarat) THEN
BEGIN
   (akibat)
END;

Maksud dari bentuk IF di atas adalah, jika ‘syarat’ terpenuhi (bernilai TRUE), maka ‘akibat’ akan dikerjakan. Bagaimana jika ‘syarat’ tidak terpenuhi (bernilai FALSE)? Dalam hal ini, tidak akan melakukan apa-apa, kecuali bentuk IF seperti berikut

IF (syarat) THEN
BEGIN
   (akibat 1)
END
ELSE BEGIN
         (akibat 2)
     END;

Nah… bentuk IF di atas memungkinkan adanya alternatif akibat. Apabila ‘syarat’ tidak terpenuhi (bernilai FALSE), maka ‘akibat 2′ akan dikerjakan.

Sebagai catatan penting dalam penggunaan IF, nilai dari syarat haruslah berupa boolean yaitu hanya bernilai TRUE atau FALSE saja. TRUE berarti syarat terpenuhi, sedangkan FALSE berarti syarat tidak terpenuhi.

Selain bentuk-bentuk IF yang telah diberikan, ada pula bentuk IF seperti berikut

IF (syarat 1) THEN
BEGIN
     (akibat 1)
END
ELSE IF (syarat 2) THEN
     BEGIN
	      (akibat 2)
	 END
	 ELSE IF (syarat 3) THEN
	      BEGIN
		       (akibat 3)
		  END
		  .
		  .
		  ELSE BEGIN
		            (akibat n)
		       END;

Wah kok ruwet begitu ya? :-) Jangan khawatir, mudah kok memahaminya. Apabila ‘syarat 1′ terpenuhi, maka ‘akibat 1′ akan dikerjakan. Bila ‘syarat 1′ tidak terpenuhi, maka akan dicek ‘syarat 2′. Bila ‘syarat 2′ terpenuhi, maka ‘akibat 2′ akan dikerjakan, begitu seterusnya… Namun bila semua syarat tidak ada yang terpenuhi, maka ‘akibat n’ baru dikerjakan.

OK… mudah-mudahan sudah paham. Nah… kalau paham, coba saya kasih pertanyaan. Samakah makna kedua bentuk IF berikut ini?

IF (syarat 1) THEN
BEGIN
     (akibat 1)
END
ELSE IF (syarat 2) THEN
     BEGIN
	      (akibat 2)
	 END;

dengan

IF (syarat 1) THEN
BEGIN
     (akibat 1)
END;

IF (syarat 2) THEN
BEGIN
     (akibat 2)
END;

Secara sekilas, kedua bentuk IF memiliki makna sama. Namun dari sudut pandang proses, kedua bentuk adalah berbeda. Untuk bentuk IF pertama, apabila ‘syarat 1′ terpenuhi, maka bagian ELSE tidak akan pernah dijalankan, atau dengan kata lain pengecekan untuk ‘syarat 2′ tidak akan dilakukan. Namun untuk bentuk IF kedua, pengecekan terhadap ‘syarat 2′ tetap akan dilakukan meskipun ‘syarat 1′ terpenuhi.

Dalam contoh-contoh bentuk IF yang diberikan di atas menggunakan format bahasa Pascal. Bagaimana dengan bahasa yang lain, seperti C/C++ dan PHP ?

Pada C/C++ demikian pula dengan PHP, bentuk IF berupa

if (syarat)
{
   (akibat)
}

atau bisa juga berbentuk

if (syarat)
{
    (akibat 1)
}
else
     {
	    (akibat 2)
	 }

atau bentuk ketiga

if (syarat 1)
{
   (akibat 1)
}
else if (syarat 2)
     {
	    (akibat 2)
	 }
	 else if (syarat 3)
	      {
		     (akibat 3)
		  }
		  .
		  .
		  else
		      {
				 (akibat n)
			  }



Share ke Facebook Share ke Twitter
Baca Juga Artikel Terkait
Pembahasan Soal Olimpiade Komputer Kabupaten #1
Penggunaan Subquery dalam Query SQL (Bag. 1)
Tips Sukses Belajar Pemrograman
Penggunaan Subquery dalam Query SQL (Bag. 2)
PHP Dasar – Operator dalam PHP

Kata kunci:


 

Komentar Anda ...